PASURUAN – Tradisi Petik Laut kembali digelar di wilayah pesisir Kabupaten Pasuruan pada tahun 2026. Kegiatan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun ini tidak hanya menjadi bentuk ungkapan rasa syukur para nelayan atas hasil laut yang diperoleh, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata dan usaha mikro.
Petik Laut merupakan tradisi tahunan yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat pesisir. Dalam pelaksanaannya, para nelayan menggelar doa bersama sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang diberikan selama melaut, sekaligus memohon keselamatan dan hasil tangkapan yang melimpah pada musim berikutnya.
Rangkaian acara biasanya diawali dengan kegiatan keagamaan dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan prosesi larung sesaji ke tengah laut menggunakan perahu yang telah dihias. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap alam sekaligus bentuk pelestarian budaya yang telah dijaga oleh masyarakat pesisir selama bertahun-tahun.
Selain memiliki nilai budaya dan spiritual, pelaksanaan Petik Laut juga membawa dampak positif bagi perekonomian daerah. Ribuan masyarakat dan wisatawan yang datang untuk menyaksikan tradisi ini turut menggerakkan roda ekonomi, mulai dari pedagang kuliner, pelaku UMKM, pengrajin, hingga penyedia jasa transportasi dan penginapan.
Pemerintah daerah menilai Petik Laut memiliki potensi besar sebagai agenda wisata budaya yang mampu menarik lebih banyak pengunjung setiap tahunnya. Oleh karena itu, pelestarian tradisi ini terus didorong agar tetap lestari sekaligus menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Berbagai pertunjukan seni dan hiburan rakyat turut memeriahkan pelaksanaan Petik Laut 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda sekaligus wisatawan yang datang dari berbagai daerah.
Melalui penyelenggaraan Petik Laut, diharapkan nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. Tradisi ini juga menjadi bukti bahwa warisan budaya lokal dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pemerintah bersama masyarakat berkomitmen untuk terus menjaga dan mengembangkan tradisi Petik Laut sebagai identitas budaya Kabupaten Pasuruan. Dengan dukungan seluruh pihak, kegiatan ini diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.


