Diselimuti Awan Tebal, Water Bombing Karhutla Arjuno-Welirang Belum Bisa Dilakukan

Diselimuti Awan Tebal, Water Bombing Karhutla Arjuno-Welirang Belum Bisa Dilakukan

PASURUAN – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang melalui udara belum dapat dilakukan. Kondisi kawasan yang diselimuti awan rendah menjadi kendala bagi helikopter water bombing untuk beroperasi.

Satu unit helikopter telah disiapkan di Posko Terpadu Kaliandra, Kabupaten Pasuruan, untuk membantu pemadaman titik api dari udara. Namun, penerbangan belum dilakukan karena faktor keselamatan dan kondisi cuaca di sekitar lokasi kebakaran.

Awan Rendah Hambat Penerbangan

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan operasi water bombing belum dapat dilakukan lantaran kawasan Arjuno-Welirang tertutup awan.

Kondisi tersebut membuat jarak pandang di sekitar lokasi menjadi terbatas. Helikopter membutuhkan kondisi cuaca yang memungkinkan agar dapat terbang menuju titik api dan menjatuhkan air secara tepat.

Karena itu, tim masih menunggu kondisi cuaca membaik sebelum operasi pemadaman udara dilaksanakan.

Helikopter dan Air Sudah Disiapkan

Meski belum diterbangkan, helikopter beserta kebutuhan pendukung untuk operasi water bombing telah berada dalam kondisi siap.

Posko Terpadu Kaliandra menjadi salah satu lokasi persiapan operasi. Sumber air juga telah disiapkan untuk mendukung pengisian water bucket ketika helikopter mulai beroperasi.

Pemadaman udara nantinya diharapkan dapat membantu menjangkau titik api yang berada di kawasan pegunungan dan sulit dicapai melalui jalur darat.

Pemadaman Tetap Dilakukan dari Darat

Sambil menunggu kondisi cuaca memungkinkan, petugas gabungan tetap melakukan penanganan dari darat. Tim dikerahkan menuju sejumlah titik yang terpantau mengalami kebakaran.

Karhutla di kawasan Arjuno-Welirang sebelumnya juga dilaporkan merembet hingga kawasan Gunung Kembar. Kondisi tersebut membuat pemantauan dan penanganan terus dilakukan untuk mencegah api meluas.

Petugas masih memantau perkembangan titik api serta kondisi angin di kawasan pegunungan.

Keselamatan Jadi Prioritas

Operasi water bombing tidak dapat dipaksakan ketika kondisi cuaca belum aman. Faktor jarak pandang dan awan rendah menjadi pertimbangan penting bagi keselamatan penerbangan.

Pemerintah dan tim gabungan akan kembali mengevaluasi kondisi cuaca untuk menentukan waktu yang tepat bagi helikopter melakukan pemadaman dari udara.

Masyarakat di sekitar kawasan terdampak diimbau tidak mendekati area kebakaran dan mengikuti arahan petugas selama proses penanganan berlangsung.

editor

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *