PASURUAN – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Pasuruan mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus kebakaran yang terjadi di wilayahnya dipicu oleh aktivitas pembakaran daun kering dan sampah secara sembarangan. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 75 persen insiden kebakaran berasal dari kebiasaan masyarakat membakar tumpukan daun maupun limbah pekarangan tanpa pengawasan.
Kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering membuat api dari pembakaran kecil lebih mudah merambat ke semak belukar, lahan kosong, hingga permukiman warga. Akibatnya, kebakaran yang awalnya terlihat sepele dapat berkembang menjadi insiden yang lebih besar dan sulit dikendalikan.
Pihak Damkar menjelaskan bahwa kebakaran lahan dan pekarangan menjadi jenis kejadian yang paling sering ditangani selama beberapa waktu terakhir. Banyak kasus bermula ketika warga membakar sampah atau daun kering, kemudian meninggalkan lokasi sebelum memastikan api benar-benar padam.
Selain menimbulkan kerugian materi, kebakaran juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat, merusak lingkungan, serta mengganggu aktivitas warga akibat kepulan asap yang dihasilkan. Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat mengelola sampah maupun membersihkan lahan.
Damkar Kabupaten Pasuruan mengimbau warga untuk menghindari pembakaran terbuka, terutama saat cuaca panas atau angin bertiup kencang. Sebagai alternatif, masyarakat disarankan mengolah sampah organik menjadi kompos atau menggunakan metode lain yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Selain itu, warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api yang berpotensi meluas. Penanganan yang cepat dinilai sangat penting agar kebakaran tidak berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan sosialisasi mengenai bahaya pembakaran sampah secara sembarangan. Edukasi kepada masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mencegah terjadinya kebakaran yang sebenarnya bisa dihindari.
Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan, angka kejadian kebakaran di Kabupaten Pasuruan diharapkan dapat ditekan. Keselamatan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama yang memerlukan kepedulian dari seluruh lapisan masyarakat.


